Senin, 30 Januari 2017

Fossil Ampunku

Terhubung Dengan Dunia via Fiber Optik

Teknologi di jaman ini sudah sangat maju. Teknologi yang sudah mendukung untuk menelpon siapapun dimanapun. Atau mengirim email kepada siapa saja yang memiliki koneksi internet dan alamat email. Mau pesan taksi atau ojek dapat dilakukan dengan beberapa klik.

Sehingga bisa dibilang internet sudah menjadi bagian hidup kita yang tidak terpisahkan. Tapi apakah anda tahu, teknologi apa yang merangsang perkembangan teknologi hingga sampai ke tahap ini? Jawabannya adalah Fiber Optik.

Perkenalan Pada Kabel Fiber Optik
Kabel fiber optik sangat berbeda dengan kabel tembaga. Kabel fiber optik tidak mentransmisikan listrik, tapi fiber optik mentransmisikan cahaya. Kalau belum tau apa itu fiber optik, silahkan anda cek artikelnya. Kabel fiber optik tidak memerlukan dua kabel untuk transmisi bolak balik, cukup satu saja.

 Figure 1 Fiber Optik Bawah Laut

Hebatnya kabel fiberoptik adalah kecepatannya. Karena yang ditransmisikan adalah gelombang cahaya, maka data dan informasi terkirim dengan kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya itu adalah 300.000.000 Meter per detik, atau agar lebih mudah sekitar 300.000 Kilometer per detik. Hebatkan?
Kecepatan cahaya pada transmisi fiber optik sedemikian luar biasa, sehingga kabel fiber optik dapat mengirimkan informasi yang sangat besar dalam waktu yang sangat singkat.
Dibandingkan kabel tembaga tentunya fiber optik berada di kelas yang jauh berbeda, bila dilihat dari segi kecepatan. Tidak hanya itu, dari segi “noise”, fiber optik juga minimum. Sehingga lebih dapat diandalkan karena tidak ada data yang hilang.
Secara keamanan, fiber optik memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi dari kabel tembaga. Kenapa? Karena penggunaan gelombang cahaya. Gelombang cahaya ini tidak bisa disadap, karena tidak membawa sinyal elektrik yang sangat mudah dibajak.
Kabel fiber optik juga tidak mentransmisikan data dengan gelombang elektromagnetik, sehingga informasi dan data-data yang dikirimkan tidak bisa dengan mudah disadap. Sehingga kabel fiber optik sangat cocok digunakan untuk aplikasi telekomunikasi yang memerlukan keamanan tingkat tinggi.
Cara Kerja Fiber Optik Secara Singkat
Ketika anda akan mengirim data ke tempat lain, anda akan mengirimkan data berbentuk sinyal listrik. Dengan menggunakan fiber optik, data dalam bentuk sinyal listrik ini diubah menjadi gelombang cahaya. Lalu dikirimkan ke tujuan melalui LED (Light Emitting Diode) atau sinar laser.
Saat ditengah perjalanan, cahaya yang ditransmisikan melalui fiber optik dapat melemah dan memudar. Oleh karena itu, diperlukan repeater yang kembali menguatkan cahaya tersebut hingga sampai ke tujuan.
Ketika sampai pada tempat tujuan, maka sinar ini kembali diubah menjadi sinyal listrik, lalu menjadi binary code yang dapat dibaca komputer anda.
Terikat Dengan Kabel Fiber Optik
Karena kecepatan fiber optik yang luar biasa, kabel fiber optik merupakan metode pengiriman informasi yang sangat digemari untuk mengirim informasi dan data di seluruh dunia.
Kabel fiber optik tersebar diseluruh penjuru dunia, bahkan hingga dibawah laut. Pemasangan fiber optik dibawah laut bertujuan untuk pertukaran informasi antar benua dengan efisien dan cepat.
Salah satu contoh kabel fiber optik yang dipasang dibawah laut adalah FLAG, atau kepanjangan dari Fiber Optic Around the Globe.  FLAG adalah sebuah jaringan fiber optik yang mayoritas terdiri dari kabel bawah laut.
 Figure 2 Fiber Optic Around the Globe (FLAG)

FLAG terbentang sepanjang 28.000 Kilometer, digunakan untuk menghubungkan Inggris hingga Jepang. Termasuk negara-negara yang berada diantaranya, seperti Spanyol, Italy, Mesir, India, Thailand & Malaysia.
Indonesia Global Gateway (IGG)
Nah, di Indonesia ada yang namanya IGG atau kepanjangan dari Indonesia Global Gateway. IGG merupakan portal fiber optik Indonesia melalui negara Singapura. Kabel ini tertanam di laut Jawa, diantara pulau Bangka dan Belitung dan diatas pulau Madura sampai ke selat Makassar.
IGG menyambungkan pulau Sumatera, Jawa, Madura, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Lebih tepatnya di Balikpapan, Batam, Dumai, Jakarta, Makassar, Manado, dan Tarakan. 
Figure 3 Indonesia Global Gateway (IGG)

IGG merupakan hasil kerjasama antara PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan NEC Jepang. Jaringan Fiber Optik baru ini masih dalam tahap pembangunan, dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2018 mendatang. Tentunya dengan spesifikasi yang jauh lebih canggih dari optical-fibre submarine cable system yang merupakan hasil kerja sama Telkom dengan NEC pada tahun 1991.
IGG akan mendukung koneksi 100 Gigabit per detik dengan panjang 5.300 Kilometer, yang mana akan sangat meningkatkan kinerja internet di Indonesia.

Beberapa jaringan fiber optik lintas negara lainnya yang dimiliki Indonesia seperti:
1.    JAKABARE (Indonesia & Singapura)
2.    JASUKA (Indonesia & Malaysia)
3.    APCN-2 (Indonesia, Filipina, Jepang, Singapura, Thailand, Hong Kong, Cina, Korea & Taiwan)
4.    MCS (Indonesia & Singapura)
5.    BRCS (Indonesia & Malaysia)
6.    BSCS (Indonesia & Singapura)
7.    BDM (Indonesia & Malaysia)
Masih banyak lagi jaringan fiber optik bawah laut yang dimiliki Indonesia, apabila anda tertarik anda bisa lihat langsung list dan petanya di www.submarinecablemap.com.

Dengan banyaknya kabel fiber optik yang menghubungkan Indonesia dengan dunia luar, maka tidak dapat dipungkiri bawa fiber optik merupakan infrastruktur yang paling penting hingga saat ini.
Esensinya 99% koneksi yang anda gunakan (4G, VSAT, Etc.) tetap harus melewati fiber optik di suatu tahap transmisi. Oleh karena itu, fiber optik dapat disimpulkan sebagai kontributor perkembangan teknologi yang sangat penting dan esensial dalam kehidupan manusia. Semoga fiber optik ini dapat menembus seluruh kepulauan Indonesia di masa depan, sehingga koneksi fiber optik tersedia dimana-mana. Salam!

Fossil Ampunku

About Fossil Ampunku -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :